UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA
 
Silahkan di download...
contoh.xlsx
File Size: 12 kb
File Type: xlsx
Download File

 
 
Aqidah adalah bentuk jamak dari kata Aqaid, adalah beberapa perkara yang
wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi
keyakinan yang tidak tercampur sedikitpun dengan keragu-raguan. Aqidah adalah
sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara mudah oleh manusia berdasarkan
akal, wahyu (yang didengar) dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan dalam hati,
dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.

Aqidah dalam Al-Qur’an dapat di jabarkan dalam surat (Al-Maidah, 5:15-16) yg
berbunyi “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab
yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang
mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan dengan kitab itu pula Allah
mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang
benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”

“Dan agar orang-orang yg telah diberi ilmu meyakini bahwasannya Al-Qur’an
itulah yg hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya
dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yg beriman
kepada jalan yang lurus.” (Al-Haj 22:54)

 
Introduce 04/24/2011
 
Fisika  modern  merupakan  salah  satu  bagian  dari  ilmu  Fisika  yang  mempelajari perilaku  materi  dan  energi  pada  skala  atomik  dan  partikel-partikel  subatomik  atau  gelombang.    Pada  prinsipnya  sama  seperti  dalam  fisika  klasik,  namun  materi  yang dibahas dalam fisika modern adalah skala atomik atau subatomik dan partikel bergerak dalam kecepatan tinggi.  Untuk partikel yang bergerak dengan kecepatan mendekati atau sama  dengan  kecepatan  cahaya,  perilakunya  dibahas  secara  terpisah  dalam  teori relativitas  khusus.  Ilmu  Fisika  Modern  dikembangkan  pada  awal  abad  20,  dimana perumusan-perumusan  dalam  Fisika  Klasik  tidak  lagi  mampu  menjelaskan  fenomena-fenomena  yang  terjadi  pada  materi  yang  sangat  kecil.    Fisika  Modern  diawali  oleh 
hipotesa  Planck  yang  menyatakan  bahwa  besaran  energi  suatu  benda  yang  beosilasi (osilator) tidak lagi bersifat kontinu, namun bersifat diskrit (kuanta), sehingga muncullah istilah Fisika Kuantum dan ditemukannya konsep dualisme partikel-gelombang.  Konsep dualisme dan besaran kuanta ini merupakan dasar dari Fisika Modern. 
   
 KONSEP FISIKA MODERN 
  Fisika Modern secara umum dibagi menjadi dua bagian pembahasan yaitu Teori kuantum lama dan Teori Kuantum Modern. Bahasan Fisika modern digambarkan dalam diagram  seperti  ditunjukkan  pada  Gambar  di bawah.
 Teori  Kuantum  lama  memperkenalkan besaran-besaran fisika, seperti energi merupakan besaran diskrit bukan besaran kontinu seperti halnya dibahas dalam mekanika klasik. Teori kuantum lama diawali oleh hipotesa Planck yang menyatakan bahwa energi yang dipancarkan oleh sumber (berupa osilator) bersifat kuanta/diskrit karena hanya bergantung pada frekuensinya bukan pada amplitudo seperti dalam mekanika klasik dimana besaran amplitudo tidak terbatas (kontinu).  Pada tahun  1900  Max-Planck  merumuskan  besaran  energi  yang  bersifat  diskrit  dalam 
merumuskan energi yang dipancarkan oleh benda hitam yaitu : 
nhf        E =        dimana  n  =  1,  2,  3,  ...  dan  h  =  6,626  x  10 -34   Joule/detik  (konstanta  Planck).    Albert 
Einstein  pada  tahun  1905  menggunakan  konstanta  Planck  dalam  merumuskan  energi yang dipancarkan oleh berkas cahaya/foton (penemuan efek fotolistrik). Konsep  yang  paling  mendasar  dalam  fisika  modern  adalah  konsep  dualisme partikel dan gelombang, dimana partikel berperilaku sebagai gelombang dan gelombang berperilaku  sebagai  partikel.    Konsep  ini    sangat  penting  karena  perilaku  partikel  dan gelombang  semuanya  sudah  dipelajari  dan  diamati  di  fisika  klasik.  Konsep  dualisme partikel-gelombang ini diamati oleh 2(dua) eksperimen yaitu efek fotolistrik oleh Albert 
Einstein  dan  eksperimen  difraksi  partikel/elektron  oleh  G.P.  Thomson  dan  Davison Germer. 
Picture
 
Introduce 04/24/2011
 
Termodinamika (bahasa Yunanithermos = 'panas' and dynamic = 'perubahan') adalah fisika energi , panaskerjaentropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika statistik di mana banyak hubungan termodinamika berasal.

untuk materinya silahkan download.
hukum_i_termodinamika.docx
File Size: 79 kb
File Type: docx
Download File

 
 
 Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik  untuk mengwujudkan tujuan hidupnya secara optimal.  Minat, bakat, kemampuan, dan potensi-potensi ynag dimiliki oleh peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tampa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individual, karena antara satu peserta didik dengan peserta yang lain memiliki perbedaan yang sangat mendasar.

Untuk memenuhi tuntutan tersebut, guru harus mampu memaknai pembelajaran, serta menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi peserta didik.

Untuk kepentingan tersebut,dengan memperhatikan kajian Pullias danYoung (1988), Manan (1990), serta Yelon dan Weinstein (1997), dapat di identidfikasi sedikitnya 19 peran guru dalam pembelajaran.

Antara lain:

1.      Guru sebagai Pendidik

2.      Guru sebagai Pengajar

3.      Guru sebagai Pembimbing

4.      Guru sebagai Pelatih

5.      Guru sebagai Penasehat

6.      Guru sebagai Pembeharu (Inovator)

7.      Guru sebagai Teladan

8.      Guru sebagai Pribadi

9.      Guru sebagai Peneliti

10.  Guru sebagai pendorong kreatifitas

11.  Guru sebagai pembangkit pandangan

12.  Guru sebagai pekerja rutin

13.  Guru sebagai pemindah kemah

14.  Guru sebagai pembawa cerita

15.  Guru sebagai Aktor

16.  Guru sebgai Emansipator

17.  Guru sebagai Evaluator

18.  Guru sebagai Pengawet

19.  Guru sebagai Kulminator

A.      Guru sebagai Pendidik

Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.

Berkaitan dengan tanggung jawab, guru harus mengetahui serta memahami nilai, norma moral, dan social, serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut.

Berkenaan dengan wibawa, guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual, emosional, moral, social, dan intelektual pribadinya, serta memiliki kelebihan dalam pemahaman ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sesuia dengan bidang yang dikembangkan.

B.      Guru sebagai Pengajar

Sejak adanya kehidupan, sejak itu pula guru telah melaksanakan pembelajaran, dan memang hal tersebut merupakan tugas dan tanggung jawabnya yang pertama dan utama. Guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi, dan memahami materi standar yang dipelajari.

Untuk itu, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan guru dalam pembelajaran, sebagai berikut:

1.      Membuat ilustrasi

2.      Mendefinisikan

3.      Menganalisis

4.      Mensintesis

5.      Bertanya

6.      Merespon

7.      Mendengarkan

8.      Menciptakan kepercayaan

9.      Memberikan pandangan yang bervariasi

10.  Menyediakan media untuk mengkaji materi standar

11.  Menyesuaikan metode pembelajaran

12.  Memberikan nada perasaan

C.      Guru sebagai Pembimbing

Guru dapat di ibaratkan sebagai pembimbing perjalanan yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga mental, emosional, kretifitas, moral, dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.

Sebagai pembimbing guru harus :

-           merumuskan tujuan secara jelas

-           menetapkan waktu perjalanan,

-           menetapkan jalan yang harus ditempuh

-           menggunakan petunjuk perjalanan,

-           menilai kelancarannya sesuai dengan kebutuhan

-           dan kemampuan peserta didiknya.

D.     Guru sebagai Pelatih

Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latrihan keterampila, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.

Pelatihan yang dilakukan, disamping harus  memperhatikan kompetensi dasar dan materi standar, juga harus mampu memeperhatikan perbedaan individual peserta didik dan lingkungannya.

E.      Guru sebagai Penasihat

Guru adalahj seorang penasihat bagi peserta didik, bahkan bagai orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasihat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasihati orang.

F.       Guru sebagai Innovator

Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik, sehingga peserta didik mempunyai kemampuan untuk belajar dari pengalaman orang lain.

G.     Guru sebagai Teladan

Menjadi teladan merupakan sifat dasar kegiatan pembelajaran, peran dan fungsi ini  patutu dipahami untuk keefektifan pembelajaran dan akan memperkaya arti pembelajaran.

Sebagai teladan ada beberapa hal yang diperlu diperhatikan;

1.      Sikap Dasar

2.      Bicara dan gaya bicara

3.      Kebiasaan bekerja

4.      Sikap melalui pengamatan dan kesalahan

5.      Pakaian

6.      Hubungan kemanusiaan

7.      Proses berfikir

8.      Prilaku neurotis

9.      Selera

10.  Keputusan

11.  Kesehatan

12.  Gaya hidup secara umum

H.     Guru sebagai Pribadi

Sebagai individu yang berkecimpung dalam pendidikan, guru harus memiliki kpribadian yang mencerminkan seorang pendidik.Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa “guru bisa di gugu dan di tiru”. Di gugu maksudnya pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya, dan di tiru adalah menjadi di teladani.

I.        Guru sebagai Peneliti

Pembelajaran merupakan seni, yang dalam pelaksanaanya memerlukan penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi lingkungan. Untuk iitu diperlukan berbagai penelitian yang didalamnya melibatkan guru. Oleh karena itu guru adalah seorang pencari atau peneliti.

J.        Guru sebagai Pendorong Kreatifitas.

Kreaifitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran, dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukan proses kreatifitas tersebut.

Sebagai orang yang kreatif, guru harus menyadari bahwa kreatifitas merupakan yang universal dan oleh karenanya semua kegiatannya ditopang, dibimbing dan dibangkitkan oleh kesadaran itu. Ia sendiri adalah seorang creator dan motivator yang berada dipusat proses pendidikan.

K.      Guru sebagai pembangkit pandangan

Guru dituntut untuk memberikan dan memelihara pandangan tentang keagungan kepada peserta didiknya. Mengemban fungsi ini guru harus terampil dalam berkomunikasi dengan peserta didik di segala umur, sehingga setiap langkah dari proses pendidikan yang dikelolanya dilaksanakan untuk menunjang fungsi ini.

L.       Guru sebagai pekerja rutin

Sedikitnya terdapat 17 kegiatan rutin yang sering dikerjakan guru dalam pembelajaran, yaitu;

1.      Bekerja tepat waktu baik di awal maupun di akhir pembelajaran

2.      Membuat catatan damn laporan sesuai dengan standar kinerja, ketepatan dan jadwal waktu.

3.      Membaca, mengevaluasi dan mengembalikan hasil kerja peserta didik

4.      Mengatur kehadiran peserta didik dengan penuh tanggung jawab

5.      Mengatur jadwal, kegiatan harian, mingguan, semesteran dan tahunan

6.      Mengembangkan peraturan dan prosedur kegiatan kelompok, termasuk diskusi

7.      Menetapkan jadwal kerja peserta didik

8.      Mengadakan pertemuan dengan orang tua dan dengan peserta didik

9.      Mengatur tempat duduk peserta didik

10.  Mencatat kehadiran peserta didik

11.  Memahami peserta didik

12.  Menyiapkan bahan-bahan pembelajaran, kepustakaan, dan media pembelajaran

13.  Menghadiri pertemuan dengan guru, orang tua peserta didik dan alumni

14.  Menciptakan iklim kelas yang kondusif

15.  Melaksanakan latihan-latihan pembelajaran

16.  Merencanakan prigram khusus dalam pembelajaran, misalnya karya wisata

17.  Menasehati peserta didik

M.   Guru sebagai pemindah kemah

Hidup ini selalu berubah, dan guru adalah seorang pemindah kemah, yang suka membantu peserta didik meninggalkan hal yang lama menuju sesuatu yang baru. Guru harus mengetahui masalah peserta didik, kepercayaan, dan kebiasaan yang menghalangi kemajuan, serta membantu menjauhi dan meninggalkannya. Guru juga harus memahami mana yang bermanfaat bagi peserta didik dan mana yang tidak.

N.     Guru sebagai pembawa cerita

Cerita adalah cermin yang bagus dan merupakan tongkat pengukur. Dengan cerita manusia bisa mengamati bagaimana memecahkan masalah yang sama dengan yang dihadapinya.  Guru harus berusaha mencari serits untuk membangkitkan gagasan kehidupan di masa mendatang peserta didiknya.

O.     Guru sebagai Aktor

Sebagai seorang actor, guru harus melakukan apa yang ada dalam naskah yang telah disusunnya dengan mempertimbangkan pesan yang akan disampaikan kepada peserta didik.

P.      Guru sebagai Emansipator

Guru harus mampu melihat sesuatu yang tersirat disamping yang tersurat, serta mencari kemungkinan pengembangan potensi peserta didik.

Q.     Guru sebagai Evaluator

Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang peling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan. Tidak ada pembelajaran tanpa penilaian, karena penilaian merupakan proses menetapkan kulaitas hasil belajar, dan proses menentukan tingkat pencapaian  tujuan pembelajaran oleh peserta didik.

Sebagai evaluator guru harus memahami tehnik evaluasi, baik tes maupun non tes yang meliputi jenis masing-masing tehnik, karakteristik, prosedur pengembangan , dan menentukan baik tidaknya ditinjau dari berbagai segi, validitas, relibilitas, daya beda, dan tingkat kesungkaran soal.

R.      Guru sebagai Pengawet

Salah satu tugas pendidikan adalah mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi berikutnya. Untuk mengawetkan pengetahuan, guru harus mempunyai sikap positif terhadap apa yang harus diawetkannya.

S.       Guru sebagai Kulminator

Belajar di ruang kelas kelas tidak bersifat isidental, melainkan terencana, artificial dan sangat selektif. Guru harus mampu menghentikan kegiatannya pada suatu unit tertentu dan kemudian maju ke unit selanjutnya. Untuk itu diperlukan kemampuan menciptakan suatu kulminasi pada unit tertentu dari suatu kegiatan pembelajaran. Kemampuan ini nampak dalam bentuk menutup pembelajaran, menarik atau membuat kesimpulan bersama peserta didik, melaksanakan penilaian, mengadakan kenikan kelas, dan mengadakan karya wisata.

 
 
hukum_kirchhoff.docx
File Size: 576 kb
File Type: docx
Download File

Silahkan di download :)
 
Metode Inkuiri 04/20/2011
 
pengertian_metode_inkuiri.docx
File Size: 32 kb
File Type: docx
Download File

Silahkan di download..
 
 
Dalam praktek pendidikan sehari-hari, masih banyak guru yang melakukan kealahan-kesalahan dlam menunaikan tugas dan fungsinya. Kesalahan-kesalahan tersebut sering kali tidak sadari oleh para guru, bahkan masih banyak diantaraya yang menganggap hal biasa.

Padahal sekecil apapun kesalahan yang dilakukan guru, khususnya dalam pembelajaran akan berdampak negative terhadap perkembangan peserta didik.

Sebagai manusia biasa, tentu saja guru tidak akan terlepas dari kesalahan baik dalam melaksanakan tugas pokok mengajar. Namun bukan berarti kesalahan guru harus dibiarkan dan tidak diacarikan cara pemecahannya.

Dari berbagai hasil kajian menunjukan bahwa sedikitnya terdapat tujuh kesalahan yang sering dilakukan guru dalam permbelajaran, yaitu ;

1.      Mengambil Jalan Pintas Dalam Pembelajaran

 Tugas guru paling utama adalah mengajar, dalam pengertian menata lingkungan agar terjadi kegiatan belajar pada peserta didik. Berbagai kasus menunjukan bahwa diatara para guru banyak yang merasa dirinya sudah dapat mengajar dengan baik, meskipun tidak dapat menunjukan alas an yang mendasari asumsi itu.

Asumsi keliru tersebit seringkali menyesatkan dan menurunkan kreatifitas, sehinga banyak guru yang suka mengambil jalan pintas dalam pembelajaran, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi.

 Agar tidak tergiur untuk mengambil jalan pintas dalam pembelajaran, guru hendaknya memandang pembelajaran sebagai suatu system, yang jika salah satu komponennya terganggu, maka akan menggangu seluruh system tersebut. Sebagai contoh, guru harus selalu membuat dan melihat persiapan setiap mau melakukan kegiatan pembelajaran., serta merevisi sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan perkembangan zamannya.

Harus selalu diingat mengajar tampa persiapan merupakan jalan pintas, dan tindakan yang berbahaya , yang dapat merugikan perkembangan peserta didik, dan mengancam kenyamanan guru.

2.      Menunggu Peserta Didik Berperilaku Negative

 Dalam pembelajaran di kelas, guru berhadapan dengan sejumlah peserta didik yang semuanya ingin diperhatikan. Peserta didik akan berkembang secara optimal melalui perhatian guru yang positif , sebaliknya perhatian yang negative akan menghambat perkembangan peserta didik. Mereka senang jika m;endapat pujian dari guru dan merasa kecewa jika kurang diperhatikan .

 Namun sayang kebanyakan guru terperangkap dengan pemahaman yang keliru tentang mengajar, mereka menganggap mengajar adalah menyampaikan maateri kepada peserta didik, mereka juga menganggap mengajar adalah memberika pengetahuan kepada peserta didik. Tidak sedikit guru yang sering mengabaikan perkembangan kpribadian peserta didik, serta lupa memberikan pujian kepada mereka yang berbuat baik, dan tidak membuat masalah.

 Guru perlu belajar untuk menangkap perilaku positif yang ditunjukan oleh para peserta didik, lalu segera memberi hadiah atas prilaku tersebut dengan pujian dan perhatian Disisi lain, guru harus memperhatikan perilaku-perilaku peserta didik yang negatf, dan mengeliminasi perilaku-perilaku tersebut agar agar tidak terulang kembali. Guru bisa mencontohkan berbagai perilaku peserta negaatif , misalnya melalui ceritera dan ilustrasi , dan memberikan pujian kepadamereka karena tidak melakukan perilaku negative tersebut.

3.      Menggunakan Destructive Disclipline

 Seringkali guru memberikan tugas-tugas yang harus dikerjakan peserta didik diluar kelas (PR), namun jarang sekali guru yang mengoreksi pekerjaan peserta didikdan mengembalikannya dengan berbagai komentar, kritik dan saran untuk kemajuan peserta didik. Yang sering dialami peserta didik adalah gru sering memberikan tugas , tetapi tidak pernah member umpan balik terhadap tugas-tugas yang dikerjakan.

Tindakan tersebut merupakan upaya pembelajaran dan penegakan disiplin yang destruktrif, yang sangat merugokan perkembangan peserta didik.

 Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penegakan disiplin adalah:

-          Disiplinkan peserta didik ketika anda dalam keadaan tenang

-          Gunakan disiplin secara tepat waktu dan tepat sasaran

-          Hindari menghina dan mengejek peserta didik

-          Pilihlah hukuman yang bisa dilaksanakan secara tepat

-          Gunakan disiplin sebagai alat pembelajaran.

4.      Mengabaikan Perbedaan Peserta Didik

 Setiap peserta didik memiliki perbedaan yang unik, mereka memiliki kekuatan, kelemahan, minat, dan perhatian yang berbeda-beda. Latar belakang keluarga, latar belakang social ekonomi, dan lingkungan, membuat peserta didik berbeda dalam aktifitas, kreatifitas, intlegensi, dan kompetensinya.

 Guru seharusnya dapat mengidentifikasi perbedaan individual peserta didik, dan menetapkan karakteristik umum yang menjadi cirri kelasnya, dari ciri-ciri individual yang menjadi karakteristik umumlah seharusnya guru memulai pembelajaran. Dalam hal ini, guru juga harus memahami cirri-ciri peserta didik yang harus dikembangkan dan yang harus diarahkan kembali.

5.      Merasa Paling Pandai

 Kesalahan ini berangkat dari kondisi bahwa pada umumnya para peserta didik disekolahnya relative lebih muda dari gurunya, sehingga guru merasa bahwa peserta didik tersebut lebih bodoh disbanding dirinya, peserta didik dipandang sebagai gelas yang perlu di isi air ke dalamnya. Perasaan ini sangat menyesatkan , karena dalam kondisi seperti sekarang ini peserta didik dapat belajar melalui internet dan berbagai media massa, yamh mungkin guru belum menikmatinya.

 Dalam hal ini guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, yang senantiasa menyesuaikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan perkembangan yang terjadi dimasyarakat. Jika tidak, maka akan ketinggalan kereta, bahkan disebut guru ortodok.

6.      Diskriminatif

 Pembelajaran ynag baik dan efektif adalah yang mampu member kemudahan belajar secara adil dan merata, sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Keadilan dalam pembelajaran meupakan kewajiban guru dan hak peserta didik untuk memperolehnya. Dalam prakteknya banyak guru yang tidak adil, sehingga merugikan perkembangna peserta didik, dan ini merupakan kesalahan guru yang sering dilakukan , terutama dalam penilaian. Penilaian merupakan upayakan untuk mmebrikan penghargaan kepada peserta didik sesuai dengan usaha yang dilakukannya selama proses pembelajaran.

Oleh karena itu, dalam memeberikan penilaian harus dilakukan secara adil, dan benar-benar merupakan cermin dari perilaku peserta didik.

7.      Memaksa hak peserta didik

 Memaksa hak peserta didik merupakan kesalahan yang sering dilakukan guru, sebagai akubat dari kebiasaan guru berbisnis dalam pembelajaran, sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan.

 Guru boleh saja memiliki pekerjaan sampingan, memperoleh penghasilan tambahan, itu sudah menjadi haknya, tetapi tindakkan memaksa bahkan mewajibkan peserta didik untuk membeli buku tertentu sangat fatal serta kurang bisa digugu dan ditiru. Sebatas menawarkan boleh saja, tetapi kalau memaksa kasihan bagi orangtua yang tidak mampu.

Sumber : Menjadi Guru Profesional, Dr.E. Mulyasa, M.Pd.